Putus cinta itu memang menyakitkan, apalagi untuk alasan yang sebenarnya masih bisa diperbaiki. kalau sudah begitu, kamu jadi terobsesi untuk membuatnya kembali pada kamu. Duh, ayo dong move on ..

Selepas putus, kamu pasti pernah mengalami fase "Kangen Berat" yang kemudian membuat kamu 
Stalking alias memantau apa sih yang terjadi padanya. Pakai apa.??Sosial media! Facebook, Twitter, Instagram, apa saja yang dia miliki kamu selidiki. Kamu kemudian bertanya-tanya, dia sedang apa yaa.??Kira-kira dia memikirkan aku juga nggak yaa atau mungkin kira-kira ada kesempatan untuk balikan lagi nggak yaa.??Waduh, kamu kamu belum bisa Move On rupanya ..

Memang berat untuk tidak melihat apa yang mantan kamu lakukan di sosial media. Kebiasaan menscroll page profil mantan akan membuat kamu semakin susah untuk Move On dan ini bukan kebiasaan yang sehat juga ..

Ada juga pola pikir yang salah, banyak orang dan mungkin juga termasuk kamu yang berfikir bahwa Move On itu adalah proses untuk melupakan sang mantan. Karena Move On bukanlah tentang
 Melupakan, karena apa yang sudah menyentuh hati, tak mungkin terlupakan ..

Semakin kamu berusaha untuk melupakan, semakin sulit langkahmu karena dalam lubuk hatimu masih tentang dia ..

Mencari pengganti yang lebih baik agar cepat Move On juga kerap kali tidak berhasil, karena kamu memang tidak bisa membohongi diri dengan mencari pengganti yang mirip dengannya, karena satu sisi, kamu juga tahu bahwa itu 
Bukan Dia. tak peduli seberapa mirip, Itu Tetap Bukan Dia ..

Move On memang bukan tentang melupakan atau cari pelarian, namun tentang Menerima Kenyataan. Kenyataan bahwa dia memang sudah pergi ..
Tak perlu menyalahkan, tak perlu membenci. Cinta bukan untuk saling benci. Hargai saja keputusan nya untuk pergi, lalu sadari bahwa yang buatmu sakit hati adalah Ekspetasimu sendiri. Sadari bahwa yang buatmu sakit hati, adalah ketakutan mu jalani esok hari, tanpa dia menemani ..

" Dia memang Indah .. namun tanpanya, hidupmu tetap Masih Punya Arti .."


Ya, ya.. saya tau kamu pasti berfikir bahwa Move On tidaklah semudah itu karena pikiranmu akan memberikan 1001 macam alasan, suara, bayangan dan ingatan akan betapa brutal, sadis, perih, sesak, nusuk, dan tidak adil nya keadaan mu yang amat sangat luar biasa parah dan menderita nya saat ini ..

Kita ilustrasikan begini deh. Suatu hari di sebuah stasiun seorang anak muda terlihat sedih sambil menghadap ke arah timur. Lalu anak muda itu dihampiri oleh orang tua yang cukup bijak.

"Kenapa kau nak? Tampaknya sedang sedih ", tanya bapak tua.

" Saya ditinggal kereta, pak", jawab pemuda sambil melihat ke arah timur, arah dari kereta itu pergi meninggalkan stasiun.

" Kamu sedih bukan karena ditinggal kereta, tapi karena cara pandangmu yang salah nak."

" Maksud bapak? "

" Daritadi kamu memandang ke arah timur terus, arah dari kereta itu pergi. Jadi yang kamu ratapi dan yang ada dalam pikiranmu adalah aku ditinggal kereta. Tentu saja itu membuatmu sedih"

"Lalu saya harus bagaimana pak?"

"Jangan menghadap ke timur. Berbaliklah. Hadapkan dirimu ke barat. Lihatlah di ujung sana. Apa yang kamu lihat, nak? "

" Saya melihat ada kereta lagi yang sedang menuju ke arah stasiun ini pak", jawab pemuda dengan melebarkan senyumnya.

Bapak tua itu pun tersenyum pula lalu berkata,

" Alhamdulillah, bapak harap kamu menyadarinya. Dalam suatu hal, bukan masalah yang yang membuatmu sedih tapi arah pandanganmu yang kurang tepat. Saat menghadap ke timur, kamu merasa ditinggal kereta, dan kamu bersedih. Namun saat dirimu mengubah pandanganmu ke barat, kamu tahu ada kereta lain yang lebih baik yang akan menjemputmu lalu kamu tersenyum. Berbaliklah, fokuskan pada kehidupan lebih baik yang sedang menjemputmu. Optimislah menjalani hidup. Masih banyak hal yang bisa kamu raih di masa depan. Allah yang menakdirkan ini semua. Takdir-Nya pasti untuk kebaikan para hamba-Nya, karena hanya Dia-lah Yang Maha Penyayang di antara orang-orang paling penyayang. Coba lihat, bukankah kereta itu lebih baik dari kereta yang tadi? Allah Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk para hamba-Nya. Jadi, tak ada alasan dirimu untuk bersedih .."


Comments (0)